Inilah 5 Alasan Kenapa Jasa Foto dan Video Terkesan Mahal

Banyak orang beranggapan bahwa profesi videografer maupun fotografer merupakan pekerjaan yang mudah. Mereka yang bergelut dengan kamera hanya perlu menghabiskan beberapa jam dan menekan beberapa tombol, kemudian selesai. Namun pada kenyataannya, pekerjaan ini tidak semudah yang banyak orang pikirkan. Beberapa videografer andal dan berpengalaman mempunyai sikap idealis yang tinggi. Dan tentunya, mereka akan mempertahankan ciri khas mereka, mulai dari tone warna, angle shoot yang diambil, dan berbagai kriteria yang lainnya.

Sayangnya, banyak orang kurang mengapresiasi pekerjaan mereka. Bahkan, ada juga yang mengatakan bahwa nominal yang ditawarkan oleh seorang videografer/ fotografer relatif mahal. Memang harus diakui, nominal yang ditawarkan oleh seorang fotografer biasanya relatif mahal. Sebagai contoh, jasa foto dan video pre-wedding pada umumnya dengan paket album kolase plus beberapa perbesaran frame dibanderol dengan harga 2 jutaan. Harga yang cukup mahal untuk pasangan muda yang mungkin belum memiliki pendapatan besar. Tapi tentu saja, di balik nominal yang tinggi, pasti ada alasannya.

Simak beberapa alasan kenapa biaya seorang fotografer/ videografer relatif mahal.

  1. Butuh Keterampilan Khusus

Memiliki dan mengetahui cara menggunakan kamera tidak otomatis menjadikanmu seorang fotografer profesional. Keterampilan dalam dunia fotografi harus selalu dikembangkan, mengikuti tren, memperbaiki, serta meningkatkannya melalui latihan dan pembelajaran berkelanjutan. Fotografi bukanlah keterampilan yang bisa diperoleh dalam satu malam saja. Dengan kata lain, seorang fotografer profesional mengenakan biaya tinggi untuk skill atau keahlian khusus, dan sudut pandang fotografi yang jeli dan berbeda dari fotografer amatir lainnya.

  1. Harga Peranti yang Relatif Mahal

Mahalnya harga kamera dan peralatan lainnya merupakan alasan yang paling sering dilontarkan oleh fotografer ketika ditanya mengapa jasanya mahal. Ya, hal ini memang benar adanya. Pasalnya, harga kamera Mirrorless saat ini mencapai jutaan rupiah, bahkan yang paling murah dalam kondisi baru biasanya dibanderol di atas 5 jutaan.

Cuma kamera yang mahal?

Tentu saja tidak. Dalam setiap sesi foto, pastinya fotografer membutuhkan peralatan lain seperti lensa, reflector (softbox, umbrella, filter), light stand, dan lighting. Untuk lensa sendiri biasanya fotografer memiliki beberapa jenis lensa, seperti wide dan prime. Lensa wide termurah bahkan sudah mencapai 5 jutaan lebih.

  1. Portofolio atau Pengalaman yang Dimiliki

Pengalaman adalah hal yang tidak bisa dibeli. Seorang fotografer profesional yang terbiasa bekerja dengan berbagai klien dapat mengerti dan memahami keinginanmu. Dan pastinya, mereka mampu membantu merealisasikan keinginanmu. Selain itu, mereka juga mampu memberi saran mengenai elemen pemotretan yang dibutuhkan, seperti warna dan pose yang cocok sesuai tema, tatanan wajah dan rambut, serta masukan mengenai angle dan lain-lain.

Acara spesial seperti pernikahan, ulang tahun, anniversary, atau prewedding merupakan momen penting yang tidak bisa didapatkan kembali. Bisa saja untuk mencari jalan pintas dengan memakai jasa fotografer amatiran, tapi hal ini tentunya sangat riskan dan akan memengaruhi kualitas, hasil, dan ketenangan dalam pikiran. Coba bayangkan, bagaimana jadinya jika saat-saat penting seperti wedding kiss, momen menuju altar, atau momen meniup lilin terlewatkan begitu saja? Pastinya kamu tidak ingin menyesali dan meratapi foto burukmu seumur hidup, kan?

  1. Konsep dan Ide yang Ditawarkan

Kalau sekadar memotret, itu adalah hal yang mudah. Tetapi konsep dan ide-lah yang membuat semua itu jadi mahal. Ya, memang semua orang bisa memotret, tetapi hanya fotografer professional-lah yang mampu mencari angle, komposisi, dan menghasilkan foto yang memiliki nilai artistik. Begitu juga teknik setting lighting juga menjadi skill yang begitu berharga. Untuk menguasai hal tersebut, tentunya dibutuhkan latihan dan pengalaman yang cukup.

  1. Fotografer atau Videografer tidak Hanya Bekerja dalam Sekali Waktu

Seorang fotografer/ videografer tidak memulai pekerjaan mereka saat hari yang ditentukan tiba. Tapi jauh sebelum itu. Biasanya, fotografer/ videografer mulai bekerja berhari-hari atau berminggu-minggu sebelum pengambilan gambar berlangsung. Biasanya, mereka melakukan recce untuk memeriksa lokasi, merencanakan pengambilan gambar, bertemu dengan tim kreatif, dan berdiskusi dengan klien beberapa kali sebelum hari pemotretan.

Tak selesai sampai di situ. Seorang fotografer/ videografer juga harus mengerjakan aspek pasca-produksi/ editing setelah pengambilan gambar. Di tahap ini, suntingan dasar, seperti penyesuaian pencahayaan, sorotan, bayangan, ketajaman, warna, dan pekerjaan retouching lainnya akan dikerjakan. Waktu yang dihabiskan juga tidak sedikit. Proses ini pun bisa berlangsung selama beberapa hari. Jadi jika kamu memberi kompensasi jutaan rupiah kepada fotografer profesional, maka kamu tidak hanya membayar untuk layanan yang diberikan hanya dalam satu sesi pemotretan, tetapi kamu sebenarnya telah membayar untuk pekerjaan yang dilakukan selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan.

So, itulah 5 alasan kenapa biaya foto dan video terkesan mahal. Tapi tenang, untuk layanan semacam itu, di sini, di Canting Kreatif, kamu bisa menyesuaikan dengan budget dan mengutarakan preferensi sebelum menyewa. Pilih yang pas untukmu!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat