Hai Influencer, Nih Alasan Kenapa Videomu Gak Banyak yang Nonton

Kalau kamu seorang  influencer medsos, youtuber, atau pengelola sebuah brand, tentunya kamu ingin agar akunmu  lebih dikenal secara umum? Sebagai media promosi, kini video menjadi salah satu pilihan yang cukup berpotensi. Terutama karena sekarang sudah begitu banyak digital platform yang akrab di jemari netizen. Ya, jika kamu merasa videomu tidak mendapatkan view yang banyak, dan tidak cukup berpengaruh pada brand atau channel-mu, mungkin ada beberapa alasan yang perlu kamu perhatikan. Oke, langsung saja, ya. Di sini kami  akan mencoba menjawab beberapa kemungkinan kenapa videomu belum mendapat engagement yang diinginkan. Simak, ya!

Jangan Sampai Salah Target

Untuk setiap konten yang kamu buat, pastikan bahwa setidaknya konsepmu memuat 5W1H (what, when, where, why, who, how). Di sini, target penonton adalah who dari kontenmu. Apakah kontenmu sudah menyasar target yang tepat? Untuk memastikan hal ini, pertanyaan yang perlu diajukan adalah: Apakah manfaat dalam videomu sudah sesuai dengan kebutuhan target penontonmu? Apakah ada hal yang menarik perhatian mereka? Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah terjawab, maka videomu siap diluncurkan.

Jangan Sampai Salah Judul

Menentukan judul memang susah. Kamu dituntut untuk menemukan satu kalimat singkat yang dapat mendeskripsikan seluruh videomu tanpa terdengar membosankan. Banyak orang akhirnya justru memilih judul yang berbau click bait. Meskipun judul click bait mendapat banyak viewer, tapi bisa dipastikan bahwa kontenmu tidak akan bertahan lama. Penonton kini sudah semakin pintar sehingga judul yang tidak merepresentasikan videonya akan langsung diabaikan. Apalagi, kini beberapa media sosial memberlakukan penalti untuk video-video nakal yang hanya mengandalkan click bait.

Jangan Salah Pilih Platform Juga

Ya, ya, ya, kamu memang tidak salah kalau berpendapat bahwa Youtube adalah platform video terbesar saat ini. Bisa dibilang kalau semua pengguna internet adalah pengguna Youtube. Tapi, konsep konten videomu tidak melulu berdasar pada Youtube saja. Sekali lagi, kamu harus membedakan target penontonmu. Para pengguna aktif Facebook, Twitter, Youtube, dan media sosial lain memiliki karakter yang berbeda-beda. Dengan memetakan target dan media sosial yang akan disasar, kamu dapat menentukan distribusi kontenmu dengan lebih baik.

Bisa Jadi Promosimu Kurang Maksimal

Meskipun di atas kamu disarankan untuk menentukan platform terlebih dahulu, bukan berarti promosi kontenmu harus terbatas di satu platform tersebut. Sekarang setiap media sosial terhubung satu sama lain. Kamu dapat membagikan tautan video Facebook di Twitter dan sebaliknya. Dengan satu kali klik tombol share di Youtube, kamu juga bisa memilih mau membagikan tautan tersebut di media sosial yang mana. Bahkan, fitur berbagi di Instagram kini sangat memudahkan akun-akun untuk melakukan promosi. Jadi, mulai sekarang, manfaatkanlah yang bisa kamu manfaatkan, ya!

Durasi yang Tidak Efektif

Rupanya, durasi video juga berpengaruh pada daya ingat penonton, lho. Semakin pendek durasi videomu, maka semakin besar kesempatan penontonmu mengingat kontenmu. Tentu saja, semakin lama durasi videomu, maka semakin lemah pula daya ingat penonton. Video yang berdurasi antara 5-10 menit dapat diingat oleh 50% penonton. Sedangkan video berdurasi 2-3 menit dapat diingat oleh 60% penonton. Sementara video di bawah durasi 1 menit dapat diingat oleh 80% penonton. Jadi, tentukan durasi videomu sedari awal, ya!

Videomu Tidak Meyakinkan

Video yang baik akan membuat penonton merasakan suatu emosi tertentu. Entah itu sedih, senang, semangat dan sebagainya. Dengan menyampaikan emosi yang tepat, pesan yang akan disampaikan pun bisa terserap lebih baik. Bukan hanya itu, dengan adanya emosi tersebut, penonton lebih  mungkin untuk ikut membagikan videomu dan videomu pun bisa menjangkau konsumen yang lebih luas lagi.

Hashtag yang Tidak Sesuai 

Buat apa ada fitur hashtag jika tidak dimanfaatkan dengan tepat? Ya, beberapa platform memberlakukan fitur hashtag seperti misalnya yang ada di Youtube, Instagram dan Tumblr. Fitur tersebut mempermudah pengelompokan videomu. Jika seseorang mencari kata kunci tertentu, video yang telah diberi hashtag terkait akan ditampilkan lebih awal. Lebih baik lagi jika kamu tidak sembarang memberikan hashtag, melainkan memberikan hashtag yang memang sesuai.

Yoi, itulah 7 alasan kenapa videomu gak banyak yang nonton. Mulai sekarang, kamu harus disiplin perhatikan hal itu, ya. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat