Belum Yakin Beriklan di Sosmed? Data Statistik Ini Bisa Jadi Bahan Pertimbangan Anda!

Sosial media seolah-olah berlomba untuk memperkenalkan alat iklan terbaru mereka. Facebook, Twitter, dan LinkedIn bahkan telah lama melakukannya. Kini disusul dengan Instagram, Pinterest, dan Snapchat yang juga semakin mengembangkan alat iklan mereka. Jika Anda masih belumyakin untuk melakukan pemasaran melalui sosial media, berikut Canting Kreatif merangkum data statistik periklanan di sosial media yang dapat memotivasi Anda.

 

Statistik Penggunaan Iklan Di Sosial Media

  • Anggaran iklan di sosial media mencapai 2 kali lipat di seluruh dunia selama 2 tahun terakhir. Dari $16 miliar pada tahun 2014 menjadi $31 miliar pada tahun 2016. Meskipun investasi ini bertumbuh, namun 46% dari pemasar mengatakan bahwa mereka tidak yakin apakah saluran mereka telah mencapai pendapatan yang sesuai.
  •  Pembelanjaan melalui sosial media di Amerika Serikat diharapkan meningkat menjadi $17,34 miliar pada tahun 2019. Pemasar telah mengakui bahwa iklan di sosial media adalah alat yang penting untuk mendapatkan pembeli yang ditargetkan. Statistik ini menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk mewujudkannya.
  • Pada tahun 2018, analis memperkirakan peningkatan global sebesar 36,3% pada pengeluaran untuk iklan di sosial media. Anda dapat segera menemukan cara untuk membuat iklan sosial media yang dapat dijangkau secara global.
  • Lebih dari 50% dari pemasar memilih iklan dengan biaya yang ‘sangat’ atau ‘agak’ rendah. Hal ini sebanding dengan 42,5% untuk iklan pencarian dan 41,7% untuk iklan display. Iklan di sosial media umumnya cukup terjangkau. Banyak pula jaringan yang menawarkan Anda kesempatan untuk menguji konten secara organik sebelum mempromosikannya. Hal ini memberikan Anda kesempatan terbaik untuk terhubung dengan audiens target melalui biaya yang sesuai.

 

Statistik Iklan Di Sosial Media Melalui Jaringan

  • Pendapatan iklan di Twitter mencapai $545 juta dalam Q3 di 2016, meningkat 60% dari tahun ke tahun. Twitter adalah salah satu jaringan pertama yang mengenali dan memanfaatkan potensi iklan di sosial media. Dengan pertumbuhan sebesar 60% dari tahun ke tahun, iklan di Twitter telah membuktikan nilai mereka sebagai pilihan yang efektif untuk bisnis.
  • Pendapatan iklan melalui mobile menyumbang 86% dari total pendapatan iklan Twitter. Sekarang ini kebanyakan orang menggunakan smartphone sehingga setiap bisnis berebut untuk mengoptimalkannya. Twitter selalu terdepan dalam hal pengembangan aplikasi mobile mereka, dan hal yang sama berlaku pada iklan melalui mobile.
  • Pada bulan Juni 2017, hampir 80% dari pemasar di AS menggunakan Promoted Tweets. Angka tersebut menunjukkan perkembangan yang cepat dari iklan Twitter. Jumlah tersebut akan terus meningkat, terutama karena Twitter telah memperluas platform iklan tersebut. Bila lebih dari 80% dari pemasar menggunakan alat tertentu seperti Promoted Tweets untuk iklan, maka Anda harus percaya bahwa mereka sedang mengumpulkan hasil terbaik dari usahanya tersebut.
  • Pada 2017, jumlah keterlibatan melalui Promoted Instagram naik 91%, lebih tinggi dari iklan melalui banner. Intinya, iklan melalui Instagram mampu mendorong keterlibatan. Mereka melakukan penargetan yang memungkinkan Anda untuk berhubungan dengan audiens yang spesifik dan menyediakan mereka konten yang telah diuji, sehingga audiens tertarik. Hal ini mampu menciptakan manfaat lebih bagi bisnis Anda.
  • Instagram akan mendatangkan $1,53 miliar pendapatan melalui iklan seluler di seluruh dunia tahun ini. Iklan Instagram tidak bisa diremehkan. Pada tahun pertama mereka, iklan Instagram menghasilan $595 juta dan pada tahun 2016 jumlah tersebut meningkat 2 kali lipat.

Sumber: bisnisbisnis.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat